Alek Gugi Gustaman,SKM

 

Belajar makan sendiri adalah bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak. Orangtua perlu sabar dalam menghadapi tantangan saat mengajari makan anak. Misalnya, ketika anak hanya mau makan makanan tertentu, makan terlalu lama atau sulit diam ketika makan.

Di zaman serba-digital saat ini, gadget  sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kehadirannya seakan bisa mempermudah segalanya. Bahkan untuk anak-anak batita (bawah tiga tahun) yang sulit makan sekalipun, gadget bisa menjadi solusi.

Contoh, ketika si kecil tidak mau makan dan memilih berlarian, saat disodorkan gadget, mereka seperti tersihir untuk duduk manis dan menatap layar gadget dengan tenang. Mulut mereka pun akan otomatis terbuka, ketika kita bilang “ayo a… a…”sehingga menyuapinya pun jadi mudah. Akhirnya makan sambil main gadget pun menjadi kebiasaan anak sehari-hari.

Menurut penelitian oleh Pearson et al tahun 2018, balita yang makan sambil menonton gawai menunjukkan konsumsi rendah buah dan sayuran serta peningkatan asupan makanan tidak sehat seperti snack, biskuit, coklat karena balita lebih mudah makan makanan tersebut saat menonton gawai dan ternyata kesemuanya adalah tinggi kadar gula, garam dan lemak. Pada penelitian ini juga disebutkan bahwa orang tua menjadi contoh yang kuat bagi balita untuk mengadopsi gaya makannya.

Penelitian Jusiene et al tahun 2019, dijelaskan bahwa anak kurang dari 5 tahun yang memiliki kebiasaan makan sambil menonton gawai memiliki dampak negatif yang luas. Di antaranya adalah keterlambatan perkembangan dari berbicara, memiliki kemampuan sosialisasi yang rendah, tidak mampu mengontrol atau mengekspresikan emosi serta menurunnya kemampuan akademik di masa yang akan datang. Penggunaan gawai juga akan menghambat perkembangan sensoris. Oleh karenanya orang tua seharusnya memberikan kesempatan bagi balitanya untuk lebih banyak beraktivitas fisik, seperti mengajak jalan-jalan, bermain di rumah ataupun di luar rumah. Hal ini akan membuat balita cepat merasa lapar. Balita yang lapar kemungkinan besar akan makan dengan lahap tanpa bantuan gawai. Ketika balita kondisinya tidak lapar hal ini akan membuat konsumsi menonton gawai menjadi meningkat. Peran orang tua dalam hal ini menjadi sangat penting. Orang tua harus dapat menyediakan kegiatan yang positif bagi balita dengan mengajaknya bermain, menyediakan makanan yang sesuai dengan usianya agar mudah dicerna. Dan tidak lupa, balita akan menjadi “cermin” dari orang tuanya, sehingga jadilah orang tua yang dapat memberi panutan bagi anaknya dengan tidak makan sambil memegang gawai.

Berikut ini yang harus dilakukan orang tua agar dapat  mengatasi kebiasaan anak makan sambil main gadget:

1.  Konsisten

Setelah Genbest berkomitmen untuk mengubah kebiasaan buruk si kecil ini, jangan pernah menyerah dan terapkan aturan secara konsisten. Yakinlah bahwa ini akan berhasil.

2.   Singkirkan semua gadget saat makan

Singkirkan semua iPad, ponsel, dan sejenisnya sebelum mendudukkan si kecil di meja makan. Terapkan aturan tidak ada yang membawa gadget saat makan. Berlakukan ini untuk semua anggota keluarga, termasuk kakak–(kakak) si kecil, pasangan, dan tentunya Genbest sendiri.

3. Berikan makanan favorit si kecil

Saat proses mengatasi kebiasaan si kecil makan sambil main gadget ini, berikan menu yang paling disuka anak. Sekarang bukan waktunya untuk mengenalkan makanan baru, seperti  sayuran. Jadikan momen pertama makan tanpa gadget sebagai momen yang menyenangkan bagi si kecil.

4. Alihkan perhatiannya

Ketika ada gelagat anak akan rewel, cobalah sesuatu untuk menghiburnya. bertingkah konyol, bercerita dengan seru, berikan boneka atau dinosaurus kesayangannya, dan sebagainya.

5. Lakukan apa yang Anda ajarkan kepada balita. Jangan hanya membuat balita tidak menonton gawai saat makan, sedangkan orang tuanya tidak memberi contoh yang benar. Terapkan aturan di dalam rumah agar tidak ada yang memegang gawai saat makan.

6.Terapkan aturan tidak ada gawai atau televisi menyala saat makan. Jangan menyalakan televisi saat makan, dan tidak boleh menaruh gawai di atas meja makan. Balita dapat diikutkan perannya sebagai pengingat semua anggota keluarga untuk setuju dengan peraturan ini. Hal ini akan membuat balita senang karena dilibatkan dalam kedisiplinan saat makan.

7. Saat makan berikan perhatian penuh kepada balita. Upayakan tidak ada percakapan yang tidak melibatkan balita Anda.

8. Buat sesi makan menjadi hal yang menyenangkan. Dengan cara diskusi antar keluarga mengenai pengalaman sehari-harinya, membicarakan beberapa topik yang menyenangkan sehingga gawai benar-benar tidak dibutuhkan saat sesi makan berlangsung.

9. Buat jadwal makan yang tetap. Berikan balita jadwal makan besar 3 kali sehari dan 2 makanan snack di antaranya. Jadwal makan yang tetap akan membuat kebiasaan yang baik ke depannya.

10. Pastikan balita pada kondisi lapar. Kondisi lapar akan membuat balita fokus untuk makan. Jauhkan makanan snack saat sesi makan besar.

11. Masak makanan yang disukai balita. Walaupun begitu masakan harus tetap bervariasi.

12. Buat balita menikmati setiap makanan yang dihidangkan. Hal ini dapat diupayakan dengan mengajak balita ke tempat perbelanjaan, serta libatkan juga balita saat masak agar balita dapat lebih menghormati makanan yang telah disajikan.

13. Jangan memberikan tekanan pada balita. Jangan memaksa balita untuk menghabiskan makanannya. Pastikan durasi maksimal setiap sesi makan besar adalah 30 menit. Biarkan tubuhnya sendiri yang menentukan apakah ia sudah kenyang atau belum.

Pentingnya menjaga kesehatan anak  kita di tengah era digital seperti ini, segera buat janji dengan Dokter Spesialis Anak di RS Radjiman Wediodiningrat  bersama dr. Sari Yunita Sukma, Sp.A, Med.Klin setiap Senin-Jumat pukul 09.00-12.00 WIB. Salam sehat !!

 

 

*Disadur dari berbagai sumber.