Chusnul Helfina, A.Md.Kep ( Perawat RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang)

Perjuangan untuk melawan serangan covid 19 tenyata belum berakhir, dilansir dari laman world O’Meters tercatat 217.913.843 orang di seluruh dunia terkonfirmasi positif covid-19. Sebanyak 4.523.984 juta orang meninggal dan hampir 200 juta yg lainnya dinyatakan sembuh.

Covid 19 adalah suatu penyakit yang menyerang sistem imunitas tubuh dan kondisi akan semakin parah jika sesorang yang diserang memiliki penyakit fisik bawaan misal, diabetes mellitus, dan lain sebagainya. Corona viruse bisa menyerang siapapun dan kapanpun tanpa pandang bulu, mulai dari anak hingga lansia, baik yang sehat mental maupun yang mengalami gangguan mental sekalipun dilaporkan terkonfirmasi virus tersebut.

Suatu waktu guyonan yang “menggelitik” pernah muncul di ruang publik, yang menyebutkan bahwa orang dengan gangguan jiwa atau yang sering kita sebut dengan ODGJ tidak akan mudah terpapar oleh corona viruses. Namun pada kenyataannya justru ODGJ pun punya peluang yang sama seperti orang yang sehat mental lainnya untuk terpapar oleh virus tersebut. Mengutip pada laman portal Kemenkes, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Dian Setia Utami, Sp.KJ mengatakan bahwa orang dengan gangguan jiwa memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi corona virus dan kemudian menularkannya kepada orang sekitar. Dan ditambahkan pula bahwa resiko kematian ODGJ juga meningkat 2 kali lipat dibandingkan kelompok masyarakat yang lain.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kemenkes, sebanyak 1.105 ODGJ terpapar corona virus pada tahun 2020 dan di tahun 2021 sebanyak 829 jiwa. Kondisi ini diperkuat oleh fakta yang disampaikan oleh Asosiasi perhimpunan RSJ se Indonesai (Arsawakoi) yang menyebutkan bahwa sebanyak 18 RSJ telah menyediakan kurang lebih 1.383 bed pasien di ruang isolasi dan 95 bed pasien di ruang ICU.

Mengapa bisa terjadi demikian? Ternyata jika kita melihat lagi bahwa sejatinya corona virus adalah penyakit yaang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kekebalan tubuh akan terbentuk dengan baik jika di support  oleh nutrisi yang baik, istirahat yang cukup, pola pikir yang positif, ibadah yang teratur serta aktifitas yang terukur. Sedangkan pada orang dengan gangguan jiwa tentunya mereka akan sulit untuk memiliki pondasi tersebut. Selain itu orang dengan gangguan jiwa juga cenderung berada di lingkungan yang tidak aman sehingga meningkatkan peluang untuk tertular dan menularkan virus covid-19.

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh JAMA PSYCHIATRIC menyebutkan bahwa resiko orang dengan gangguan jiwa terpapar corona virus lebih besar 1 tingkat dibandingkan dengan orang sehat mental dikarenakan faktor akses dan kondisi. Dijelaskan bahwa sebagian besar ODGJ tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang perkembangan corona virus sedangkan di sisi lain profesional kesehatan mulai melakukan konsultasi dan perawatan jarak jauh sehingga bagi mereka yang tidak terakses dengan perangkat tersebut tentunya akan kesulitan untuk mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.

Selain itu ada juga fenomena yang lazim kita jumpai pada ODGJ yang disinyalir bisa meningkatkan resiko terpapar corona virus yakni kebiasaan merokok. Psikiater dari NYU Langone Health, Collin Reff mengatakan sekitar 60-70% penderita skizofrenia memiliki kebiasaan merokok. Tentu saja hal ini menjadi sangat beresiko, karena secara langsung merokok bisa meningkatkan resiko penyakit pernafasan dan menjadikan penderitanya mengalami komplikasi pada penyakit Covid-19.

Oleh karena itu sebisa mungkin stop stigma yang menyebutkan bahwa ODGJ kebal corona virus karena pada dasarnya semua orang memiliki peluang yang sama untuk terpapar cornana virus. Salah satu cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan selalu mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, menjaga diri dan lingkungan sekitar, serta terlibat aktif dalam program vaksinasi yang sudah digawangi oleh pemerintah.

 

Referensi:

Deriyanthi, Debby. (2021). Penelitian terbaru: ODGJ Sangat Rentan Terinfeksi dan Meninggal Akibat Covid-19. Dikutip dari http://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/covid-19/penelitian-terbaru-odgj-sangat-rentan-terinfeksi-dan-meninggal-akibat-covid-19/

Nurhadi. (2021). Update Kasus Covid-19 Dunia, Indonesia Berada di Posisi Ke-13. Dikutip dari http://nasional.tempo.co/read/1500697/update-jumlah-kasus-covid-19-dunia-indonesia-berada-di-posisi-ke-13

Puspa, Atalya. (2021). ODGJ Juga Rentan Terpapar Covid-19. Dikutip dari http://mediaindonesia.com/humaniora/416196/odgj-juga-rantan-terpapar-covid-19

Rokom. (2021). Orang Dengan Gangguan Jiwa Rentan Terpapar Covid-19. Dikutip dari http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210702/3238012/orang-dengan-gangguan-jiwa-rentan-terpapar-covid-19/