M. Yusuf

Posyandu Lansia di Era ILP

 

Integrasi Layanan Primer (ILP) diresmikan Kamis, 31 Agustus 2023 dan dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin di Grand Ballroom JIEXPO Convention Centre Jakarta. Integrasi Layanan Primer fokus untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan melakukan peningkatan dan penguatan promosi serta pencegahan bagi sasaran siklus kehidupan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat. Hal-hal yang melatarbelakangi pelaksanaan ILP adalah pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tidak ada yang mencapai 100%, sebagian besar kasus kematian (pada setiap kelompok umur) yang terjadi di Indonesia merupakan kelompok penyakit yang dapat dicegah. Penyakit kronis yang sebagian besar dicegah ini merupakan penyebab kematian terbanyak dan merupakan beban keuangan bagi masyarakat dan negara. Hal ini dapat dilihat dari keuangan BPJS Kesehatan yang terjadi defisit disebabkan tingginya pembiayaan untuk penyakit kronis seperti stroke, Diabetes, jantung dan gagal ginjal.

 

Penerapan ILP merupakan merupakan tantangan dan bentuk pemberdayaan masyarakat. Posyandu di era transformasi layanan primer dilaksanakan minimal 5 kader kesehatan yang didampingi petugas kesehatan, layananannya terintegrasi dengan semua usia (siklus hidup) mulai dari ibu hamil, Balita, remaja, usia produktif dan lanjut usia. Di era sebelum ILP, posyandu identik dengan pelayanan ibu hamil dan balita saja. Salah satu Posyandu yang diintegrasikan adalah Posyandu lansia. Posyandu Lansia merupakan salah satu pelayanan bagi masyarakat lanjut usia yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mewujudkan masa tua yang bahagia, sehat, mandiri dan berdaya guna. Program dan layanan Posyandu Lansia dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lanjut Usia di daerah tempat pelaksanaan Posyandu Lansia. Data BPS menunjukkan saat ini Indonesia sudah memasuki aging population (era penduduk berusia tua) dengan kondisi 11,75% penduduk Indonesia adalah berusia 60 tahun dan ke atas. Jumlah penduduk Lansia ini akan terus meningkat hingga 20% pada tahun 2045 ketika Indonesia sudah mencapai 100 Tahun.

 

Posyandu lansia sebelum era ILP biasanya dilaksanakan secara terpisah dengan posyandu balita, Posyandu lansia biasanya dilaksanakan berintegrasi dengan program Posbindu PTM (penyakit tidak menular). Kegiatan posyandu lansia mencakup penyuluhan kesehatan, senam lansia dan screening lansia (pemeriksaan kesehatan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah dan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol). Dengan diterapkannya ILP, pelaksanaan posyandu melayani semua kelompok usia (siklus hidup) yaitu mulai ibu hamil (bayi dalam kandungan), balita, remaja (termasuk usia sekolah), usia produktif dan lanjut usia. Bisa dimungkinkan satu keluarga yang terdapat bumil, balita, usia produktif dan lansia berangkat bersama ke posyandu. Kakek bisa berangkat dengan anak dan cucunya.

 

Di era ILP ada istilah Posyandu Prima, posyandu prima merupakan posyandu yang sudah melayani kesehatan 5 siklus hidup manusia. Pada posyandu prima terdapat 5 langkah alur pelayanan posyandu atau yang dulu dikenal dengan pelayanan 5 meja yang wajib ada dalam pelaksanaan posyandu prima. Ada sedikit perbedaan pelaksanaan 5 langkah atau 5 meja antara posyandu sebelum dan di era ILP yaitu pada Langkah / meja 4 dan 5. Sebelum era ILP langkah / Meja 4 adalah meja penyuluhan dan langkah / meja 5 adalah meja pelayanan oleh tenaga kesehatan, sedangkan di era ILP langkah / meja 4 adalah pelayanan oleh tenaga kesehatan dan langkah / meja 5 adalah meja penyuluhan.

 

Lima langkah pada posyandu prima yaitu:

1.    Langkah 1 : kader melakukan pendaftaran

2.  Langkah 2 : kader melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah pada sasaran usia dewasa dan lanjut usia

3.  Langkah 3 : kader melakukan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran pada Kartu Bantu Pemeriksaan di Posyandu serta Kader menjelaskan kesimpulan dan tindaklanjutnya

4.    Langkah 4 : tenaga kesehatan melakukan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan rapid test gula darah, gangguan indera, skrining TBC, skrining PUMA, skrining kesehatan jiwa, dan skrining lansia. Tenaga kesehatan menindaklanjuti kesimpulan hasil penimbangan dan pengukuran

5.  Langkah 5 : kader menyuluh kesehatan terkait aktivitas fisik, Germas, cek kesehatan, risiko penyakit terbanyak (obesitas, hipertensi, stroke, kanker, PPOK, TBC, diare, kesehatan jiwa, dan geriatri), dan edukasi keluarga berencana bagi usia dewasa dan lansia Pelayanan lanjut usia

 

Di wilayah Desa Sumber Porong Kecamatan Lawang yang sudah menerapkan Posyandu Prima adalah Posyandu Rosela RW 17. Dalam kegiatannya Posyandu Rosela didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas Lawang dan Rumah Sakit Radjiman Wediodiningrat Lawang. Rumah Sakit Radjiman Wediodiningrat lawang berperan aktif dalam memberikan pendampingan di Posyandu Lansia diantaranya adalah skrining jiwa, geriatric, senam otak, games atau permainan untuk melatih konsentrasi dan pemberian tips/penyuluhan terkait kesehatan jiwa dan lansia.

 

Bertambahnya usia adalah rahmat yang harus disyukuri dan dibarengi dengan bertambahnya kebaikan dan kebijaksanaan. Usia hanyalah angka, tinggal bagaimana cara kita mengisi hidup ini untuk lebih bermanfaat dan berbahagia.

 

 Selamat Hari Lansia Oma dan Opa..

 

 “Lansia Sehat dan bardaya untuk Indonesia Emas”

 

BPS. (2023). Statistik Penduduk Lanjut Usia. Badan Pusat Statistik: Jakarta

Kementerian Kesehatan RI. 2023. Panduan Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan.